Gagal

Maaf Anda telah memasukkan alamat email yang tidak valid !

Ilmuwan Berhasil Kloning Anjing Mati

Copy to clipboard copy-link
Ilmuwan Berhasil Kloning Anjing Mati

Laura Jacques dan Richard Remde adalah pasangan pertama yang menerima kloning dari anjing kesayangan mereka. Jacques dan Remde telah resmi menjadi orangtua asuh dari anak anjing bernama Chance.

 

 

Sebagaimana dilaporkan NYPost, Senin (28/12/2015), Chance adalah anjing pertama dari rasnya yang telah diciptakan secara DNA, sama dengan anjing yang telah meninggal dua minggu sebelumnya. Anjing yang meninggal, Dylan, diambil sampel DNA-nya.

 

 

Dylan didiagnosa mengidap tumor otak enam bulan lalu dan meninggal karena serangan jantung. Usianya baru delapan tahun.

 

 

Remde membawa sampel Dylan ke laboratorium di Korea Selatan dengan harapan bisa "menghidupkan kembali" Dylan. "Aku tidak tahu bagaimana aku bisa bertahan tanpa Dylan. Kukira aku akan melempar tubuhku sendiri ke jembatan atau yang lain," ujar Jacques.

 

 

Sayangnya, sampel pertama tersebut gagal sehingga Remde harus kembali terbang ke Korea untuk mengirim biopsi dari perut Dylan. Saat itu, Dylan telah meninggal selama 12 hari.

 

 

Namun perjuangan mereka tak sia-sia. Menelan biaya USD100 ribu atau sekira Rp1,3 miliar, sampel tersebut sukses dikloning.

 

 

"Ini pertama kalinya kami mendapat sel yang diambil dari anjing yang telah mati selama beberapa waktu lamanya. Semoga ini memungkinkan kami untuk memperpanjang waktu kematian sel yang bisa digunakan untuk kloning," ujar ilmuwan Sooam, David Kim.

 

 

Sooam sendiri telah mengkloning 700 anjing hidup. Sementara Dylan telah dikloning menjadi dua anjing, yang pertama Chance dan telah lahir pada Jumat (25/12/2015) dan Shadow yang saat ini masih di dalam kandungan.

Kiki Kartika

Kiki Kartika

Artikel Terkait

Rekomendasi Artikel