Gagal

Maaf Anda telah memasukkan alamat email yang tidak valid !

Scroll To Continue With Content
https://www.sambilanku.id/mce/register

Kisah Inspiratif: Kue yang Gosong

Copy to clipboard copy-link
Kisah Inspiratif: Kue yang Gosong
Pada suatu masa, ada seorang Ibu yang gemar membuatkan kue cemilan kerinng untuk makan malam untuk keluarga kecilnya, terdiri dari anak laki -laki semata wayang dan suaminya. Meski anaknya sudah beranjak dewasa, kebiasaan Sang Ibu tak pernah berubah. Di suatu malam, saat anaknya baru pulang dari kantor, sang ibu menyambutnya dengan wajah murung. 


"Ibu, kenapa hari ini sedih? Apa yang terjadi padamu?, tanya si anak dengan heran. 


Beberapa saat kemudian, kepala keluarga di rumah itu pun tiba. Lantas menanyakan hal serupa dengan anaknya. Sepertinya ada masalah berat yang tengah dihadapi oleh wanita itu. 


"Anak dan suamiku, hari ini kuenya gosong. Berkat kecerobohanku, semuanya berantakan tak seperti biasanya. Maaf telah mengecewakan,"


Meski begitu, si Ibu tetap menyajikan roti-roti gosong itu di depan mereka. Sang Ayah dengan semangat langsung menyambar kue-kue itu satu persatu dan mengoleskan dengan mentega sambil berkata:


"Sayang, aku suka sekali kue ini. Gosong tidak masalah, rasanya masih sangat lezat. Tidak usah khawatir, kami akan menghabiskannya,"


Akhirnya, malam itu ketiganya tertawa dengan riang. Kue yang gosong bukan masalah yang berarti. Akan tetapi, sebelum tidur Si anak bertanya apakah Ayahnya betul-betul menyukai rasa kue yang gosong. Sambil tersenyum, Ayahnya menjawab:


"Ibumu sudah bekerja keras hari ini dan ia pastinya sangat lelah. Lagipula, sebuah roti gosong takkan membuat orang menderita."


Sobat Souja, 


Memang tiada yang sempurna dalam kehidupan ini. Begitu pula, tiada manusia yang sempurna. Terkadang kita melupakan hari ulangtahun orang-orang terdekat kita atau hal terpenting lainnya yang terkait orang terkasih kita. Tapi, sering kali hal-hal sepele ini berubah menjadi masalah besar dalam keluarga kita. Akhirnya, orangtua bertengkar pada anak-anaknya, dan begitu sebaliknya. Kisah ini mencoba mengingatkan kita untuk belajar menerima setiap kekurangan atau kesalahan orang lain, khususnya anggota keluarga kita. Mari kita belajar untuk menghargai perbedaan tiap-tiap anggota keluarga kita. Karena itulah salah satu kunci terpenting untuk menciptakan hubungan keluarga yang sehat dan harmonis. Jangan biarkan roti yang gosong meretakkan keharmonisan dalam keluarga kita.
Elin Septianingsih

Elin Septianingsih

Artikel Terkait

Rekomendasi Artikel

https://www.sambilanku.id/mce/register