Gagal

Maaf Anda telah memasukkan alamat email yang tidak valid !

Scroll To Continue With Content
https://www.sambilanku.id/mce/register

Kisah Inspiratif: Hukum Alam

Copy to clipboard copy-link
Kisah Inspiratif: Hukum Alam
Alkisah, ada dua orang saudagar kaya. Mereka mempunyai banyak anak buah yang membantu semua pekerjaannya. Namun, meski sama-sama sukses, perangai mereka sungguh berbeda. Saudagar yang satu sangat baik dengan anak buah dan lingkungan sekitarnya. Ia rajin berderma dan banyak berbuat kebaikan. Sedangkan saudagar yang kedua, karena merasa sangat kaya dan tak ada yang bakal menjatuhkannya, ia pun menjadi jumawa dan sombong. Perlakuannya pada orang lain sungguh tak mengenakkan hati. Ia sering menyepelekan orang lain dan tak jarang berlaku semena-mena pada anak buahnya.


Suatu ketika, musim kemarau panjang tiba. Udara sangat panas dan kering. Daun pun menguning dan berguguran. Tanah pun bahkan merekah karena kekurangan air dan tak pernah tersiram hujan. Suatu kali, saking keringnya, sebuah deretan semak terbakar tanpa sengaja. Namun, karena ditiup angin dan kondisi yang serba kering, api yang tadinya kecil dan hanya membakar semak, dengan cepat segera menjadi api besar yang menjalar ke mana-mana. Akhirnya, terjadilah kebakaran hebat yang melanda seluruh kota. 


Hingga, semua penduduk pun akhirnya harus mengungsi karena semuanya habis tak terkira saking buasnya api yang menghabiskan harta benda hampir tak bersisa. Begitu juga dengan kedua saudagar kaya tadi. Mereka yang tadinya berlimpah ruah, tiba-tiba semua harta lenyap ditelan amukan api. Perlu satu pekan lebih untuk memadamkan semua api tersebut. Saat padam, semua lenyap tak berbekas. Beruntung, karena kebaikan hati yang sering ditunjukkan oleh saudagar yang satu, ia pun banyak dibantu oleh orang-orang di sekelilingnya. Mereka saling membantu satu sama lain untuk kembali membangun daerahnya. 


Sebaliknya, karena kesombongan dan keangkuhannya, sang saudagar yang kedua tak bisa apa-apa. Karena semua harta benda tak bersisa, ia pun tak bisa membeli apa pun. Untuk membayar gaji yang biasa ia bayarkan untuk pekerja yang membantunya, ia tak lagi mempunyainya. Karena itu, ia kini sendirian, tak ada yang mau membantunya. Ia pun meninggal dunia dalam keadaan menyedihkan, larut dalam kesedihan mendalam pasca kehilangan segala harta benda. 


Sobat Souja, 


Inti dari kisah ini adalah kekayaan—juga seperti alam—bisa bermanfaat banyak jika digunakan dengan cara yang benar dan bijak. Mari berbagi kebaikan dan selalu berusaha bersikap dan berperilaku positif, sehingga air di sekeliling kita, akan selalu mengapungkan kita dan sesama, agar mampu memperoleh kebahagiaan bersama.


Sumber: Andriewongso.com

Elin Septianingsih

Elin Septianingsih

Artikel Terkait

Rekomendasi Artikel

https://www.sambilanku.id/mce/register