Gagal

Maaf Anda telah memasukkan alamat email yang tidak valid !

Scroll To Continue With Content
https://www.sambilanku.id/mce/register

Kisah Inspiratif: Rasa Menerima

Copy to clipboard copy-link
Kisah Inspiratif: Rasa Menerima
Alkisah, tersebutlah seekor tikus yang selalu hidup diliputi kecemasan dan ketakutan. Ia merasa hidupnya tidak pernah tenang. Kemanapun pergi, rasa takut akan kejaran dari seteru abadinya, yakni kucing, kerap menghinggapi. Akhirnya, tikus tidak tahan lagi. Ia segera mencari penyihir untuk menghentikan kecemasannya. Suatu malam, tikus pun bertemu dengan sang penyihir. 


"Wahai penyihir sakti, tolong aku. Selama ini aku selalu dikejar-kejar kucing. Bahkan perasaan takut ini membuatku enggan untuk keluar dari sarang. Sepertinya perasaan cemas ini sudah sangat berlebihan. Maka, aku ingin engkau mengubahku menjadi seekor kucing saja," begitu pinta tikus kepada penyihir. 


Hanya sekali mengedipkan mata, penyihir sudah berhasil mengubah tikus menjadi kucing jantan yang garang. Tikus pun sangat gembira. Setelah mengucapkan terima kasih, ia lantas pulang ke sarangnya. Tapi di jalan, ia baru ingat kalau tubuhnya tak mungkin bisa tinggal di sarangnya. Jelas saja, kini ia kucing! Ia pun berpikir untuk bergabung bersama kucing yang selama ini terus mengejarnya. 


Belum juga ia sampai, ancaman lain mengikuti. Seekor anjing buldog menatapnya tajam. Oh! Tubuhnya sontak gemetar. Ia tahu kalau kucing dan anjing juga merupakan seteru abadi. Tikus yang kini berubah jadi kucing itu pun lari tunggang langgang menyelamatkan diri dari amukan anjing. Tanpa pikir panjang, ia segera berputar arah untuk kembali ke rumah penyihir. Kali ini, ia ingin diubah wujudnya lagi! 


Singkat cerita, ia minta di ubah menjadi anjing. Ternyata setelah jadi anjing dia masih kalah oleh singa,dan diapun kembali lagi ke penyihir untuk memohon di ubah menjadi singa. Sesaat dia berfikir dialah yang paling kuat sampai dia bertemu dengan manusia yang hendak memburunya dengan senapan. Ia merasa takut lagi lalu kembali ke si penyihir dan memohon untuk diubah jadi manusia juga. Namun si penyihir menolak dan berkata : 


"Sudah cukup! Mau berubah jadi apapun juga hati mu masih hati tikus, karena yang terpenting itu kekuatan hati tak perduli seberapa kecil apapun ragamu,selama kamu masih punya hati yang besar serta kokoh setegar karang, kamu pasti bisa melewati semua masalah" 


Sambil mencerna ucapan sang penyihir, tikus itu tak menyadari bahwa wujudnya sudah kembali menjadi tikus. 

Elin Septianingsih

Elin Septianingsih

Artikel Terkait

Rekomendasi Artikel

https://www.sambilanku.id/mce/register