Gagal

Maaf Anda telah memasukkan alamat email yang tidak valid !

Yuk, Intip Penghasilan Tahunan di Dunia Fashion Luar Negeri

Copy to clipboard copy-link
Yuk, Intip Penghasilan Tahunan di Dunia Fashion Luar Negeri
Sobat, industri fashion atau mode bagi sebagian orang begitu menarik perhatian dan menyilaukan. Mulai dari lingkungan kerja yang memberi peluang untuk bertemu dengan pelaku industri hiburan, besaran gaji yang terbilang WAH, hingga akses ke merk-merk terkenal dan berpartisipasi aktif dalam berbagai acara prestisius. Namun demikian, banyak yang tidak mengetahui nominal sesungguhnya yang diterima kala menekuni dunia fashion. Lantas, apakah penghasilannya sebanding dengan citranya yang mentereng? 


Fashionista telah menggelar sebuah survey gaji atau penghasilan tahunan yang melibatkan setidaknya 5.000 orang responden dari berbagai bidang pekerjaan, mulai dari retail, e-commerce, pemasaran, publisitas, desain, editorial, hingga mode. Hasilnya, kamu bisa memperoleh gambaran tentang penghasilan sebenarnya di industri mode dan para profesional di bidang ini secara tahunan. Sayang, kisaran gaji ini berlaku bagi para pekerja di industri mode luar negeri. Belum ada survey yang melibatkan para pekerja fashion di Tanah Air. Tak ada salahnya menyimak, bukan?


Gaji yang diterima oleh direktur mode rata-rata pertahun adalah 1,5 miliar lho atau lebih dari Rp 100.000.000,00 perbulan! sedangkan untuk seorang merchandiser adalah 67.640 dollar AS alias Rp 1,1 miliar pertahun. Kemudian, gaji seorang editor in chief atau pemimpin redaksi majalah mode mencapai 242.250 dollar AS atau sekitar Rp 3,2 miliar. Penulis dan blogger mode memiliki gaji tahunan hingga mencapai 58.620 dollar AS dan 45.430 dollar AS atau Rp 779 juta dan Rp 603 juta.


Sementara gaji fashion stylist alias penata gaya, mencapai 121.920 dollar AS atau Rp 1,6 miliar dalam setahun. Adapun pekerjaan sebagai desainer grafis memiliki gaji mencapai 62.240 dollar AS per tahun atau sekitar Rp 827 juta per tahun. Nah, demikian kisaran gaji pekerja di industri mode secara tahunan di luar negeri sebagai gambaran. Rupanya, memang sama menterengnya dengan pekerjaannya, ya! Bagaimana dengan di Indonesia? 
Elin Septianingsih

Elin Septianingsih

Artikel Terkait

Rekomendasi Artikel