Gagal

Maaf Anda telah memasukkan alamat email yang tidak valid !

Tips Biar Gak Berlebihan Membeli Takjil, Mubazir!

Copy to clipboard copy-link
Tips Biar Gak Berlebihan Membeli Takjil, Mubazir!

Sobat Souja, menjalani puasa Ramadan belum lengkap rasanya kalau belum membeli takjil. Aneka makanan dan minuman enak yang menggugah selera tersebut memang jadi pilihan tepat untuk berbuka puasa. Oleh karena itu, tidak heran bila banyak yang tertarik untuk berburu takjil agar bisa mendapatkan porsi yang lebih banyak.

Sayangnya, sering kali banyak orang membeli takjil akibat lapar mata. Begitu sudah masuk waktu berbuka, ternyata yang mampu dihabiskan hanya sebagian kecil saja. Sisa yang masih banyak terkadang masih dapat dikonsumsi keesokan harinya, tetapi tidak sedikit pula yang akhirnya terbuang sia-sia karena telah basi.

Tentu saja, hal tersebut sudah tergolong mubazir dan tidak boleh dibiasakan. Lantas, bagaimana agar tidak berlebihan dalam membeli takjil? Coba ikuti tips berikut ini, ya!

  1. Selalu ingat bahwa minum dan makan sekadarnya sudah cukup untuk berbuka puasa

 

Tidak dapat dimungkiri bahwa deretan takjil dengan beraneka ragam makanan dan minuman menggugah selera memang selalu sayang untuk dilewatkan. Membayangkan menyantap bermacam-macam kudapan tersebut saat buka puasa nanti tentu terasa menyenangkan. Oleh sebab itu, tidak heran apabila banyak orang rela ikut serta dalam “takjil war” demi mendapatkan jajanan enak yang sudah diincar.

Namun, pahami bahwa lapar mata itu nyata adanya. Perasaan menggebu-gebu untuk memborong aneka jajanan sebenarnya hanya hawa nafsu belaka. Begitu adzan maghrib sudah berkumandang dan diperbolehkan untuk berbuka puasa, dahaga dan lapar bahkan sudah bisa diatasi dengan segelas air dan makanan dalam kuantitas kecil tetapi padat nutrisi, seperti kurma.

Jika pun perut masih terasa muat, mungkin satu atau dua jenis makanan saja sangat cukup untuk menghadirkan rasa kenyang. Jadi, beli takjil sekadarnya saja agar bisa dihabiskan, sehingga terhindar dari mubazir, ya!

  1. Salah satu esensi puasa adalah belajar untuk menahan diri

 

Ketika berpuasa, umat Islam tidak hanya diperintahkan untuk menahan diri dari rasa lapar dan haus, tetapi juga dari segala hal yang bisa membatalkan ibadah tersebut. Hal ini dapat dimaknai bahwa puasa sejatinya bertujuan untuk melatih diri dalam mengendalikan hawa nafsu, sehingga tidak mudah tergoda oleh hal apa pun yang menggiurkan, tetapi dilarang. Jika berhasil, maka kamu akan jadi umat yang semakin berkualitas.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk terus mengingat hal ini, sekali pun untuk urusan yang tampak sepele, seperti membeli takjil. Jangan sampai mudah tergoda untuk belanja berlebihan hanya karena merasa lapar. Makan dan minumlah secukupnya saja agar jalannya ibadah tidak terganggu.

  1. Jika telanjur beli terlalu banyak, maka bagikan pada orang yang membutuhkan

 

Membatasi pembelian takjil ini memang perlu proses. Kamu butuh belajar untuk mengendalikan diri agar tidak belanja berlebihan yang sering kali ujung-ujungnya makanan dan minuman tidak habis dikonsumsi karena sudah terlalu kenyang. Lantas, bagaimana bila telanjur memborong banyak takjil?

Jika memang sudah telanjur membeli aneka jajanan dalam jumlah yang lebih dari kebutuhan, maka usahakan untuk berbagi. Berikan kelebihan kudapan itu kepada orang-orang yang memerlukan agar mereka juga punya makanan atau minuman lezat untuk berbuka. Dengan begini, perilaku mubazir dapat dicegah dan ibadah puasa menjadi semakin penuh berkah.

Bulan puasa adalah momentum yang pas untuk belajar kesederhanaan, termasuk dalam hal membeli takjil. Jangan sampai menuruti hawa nafsu untuk memuaskan perut, tetapi ternyata berakhir mubazir. Jadilah bijaksana agar kualitas diri naik kelas, ya!

Gabrielle

Gabrielle

Artikel Terkait

Rekomendasi Artikel