Gagal

Maaf Anda telah memasukkan alamat email yang tidak valid !

Scroll To Continue With Content
https://www.sambilanku.id/mce/register

Punya Teman yang Suka Pamer? Yuk, Simak Tips Menghadapinya!

Copy to clipboard copy-link
Punya Teman yang Suka Pamer? Yuk, Simak Tips Menghadapinya!

Sobat Souja, apakah kamu punya teman yang senang pamer? Bagaimana perasaanmu saat menghadapinya? Risi, kesal, jenuh, atau menganggapnya sebagai angin lalu? Berada di sekitar orang yang senang pamer memang bukan suatu hal yang menyenangkan. Orang yang suka pamer kerap menggembor-gemborkan mengenai kelebihan maupun kebahagiaannya secara berlebih.

Ketika menceritakan tentang dirinya, mereka cenderung mengatakan kelebihan maupun kebahagiaannya secara berulang-ulang. Pusing, ya? Namun, bagaimana caranya supaya kamu dapat tetap tenang. Biar kamu gak terus pusing, berikut merupakan cara keren yang bisa kamu implementasikan ketika menghadapi temanmu yang senang pamer.

  1. Mendengarkan dan bersikap sederhana

 

Biar gak menjadi beban, hal yang bisa kamu lakukan adalah cukup mendengarkannya. Dengarkan saja saat ia tengah bercerita tentang kelebihan maupun kebahagiaannya. Dengarkan tanpa meresponsnya secara serius. Kalau kamu tetap diam dan hanya mendengarkan tanpa menanggapi perkataannya, temanmu akan berhenti sendiri.

Jangan ikut-ikutan pamer. Bersikap saja apa adanya. Kesederhanaan yang kamu miliki akan menenangkan perasaan gengsi yang menyelimutinya sesaat. Sebab, temanmu melakukan hal tersebut sebenarnya hanya karena membutuhkan perhatian dan pengakuan.

https://www.sambilanku.id/mce/register

  1. Berikan penghargaan secara tiba-tiba

 

Orang yang senang pamer sangat menginginkan pengakuan dari orang lain, lho. Ketika mereka mendapatkan pujian atau penghargaan atas kelebihan maupun kebahagiaan yang dimiliki, mereka akan merasa amat senang. Tapi, bukannya memberikan penghargaan justru membuat mereka tambah pamer, ya? Nyatanya, ini adalah salah satu cara tepat untuk menghadapi orang yang senang pamer.

Memberikan penghargaan secara tiba-tiba dapat membantu temanmu mengurangi kebiasaan pamernya. Hal tersebut juga membuat temanmu menyadari  bahwa seseorang tak harus pamer untuk memperoleh pujian. Hal yang perlu digarisbawahi ialah fokuskan pujian pada hal-hal yang ia lakukan. Ini dapat membantunya berkembang dan meminimalkan egonya.

  1. Meresponsnya dengan memberikan informasi akurat

 

Kadang kala orang yang suka pamer menyampaikan suatu hal tanpa mengetahui data sebenarnya dari suatu informasi. Fokus mereka hanya ingin menonjolkan diri akan kelebihan yang dimiliki. Mereka tak perlu mengetahui informasi akurat yang terjadi. Mereka hanya meyakini bahwa mereka hebat.

Nah, jika temanmu terus menerus bercerita tentang kehebatan dirinya padamu, cobalah untuk meresponsnya dengan memberikan informasi akurat. Tunjukkan data tentang hal yang dibicarakannya. Hal tersebut bukan berarti kamu menyudutkannya, ya. Peranmu untuk meluruskannya dan menyadarkannya bahwa individu yang berkembang adalah ia yang senantiasa mengevaluasi diri sendiri, selalu mau belajar, dan tetap ber-progress.

https://www.sambilanku.id/mce/register

  1. Ajak membahas topik yang belum pernah kalian bahas

 

Ketika kamu merasa lelah dan pusing akan sikap pamernya, cobalah ajak temanmu membahas topik menarik atau topik yang belum pernah kalian bahas. Ketika dia sedang melakukan pamer, kamu bisa perlahan mengalihkan pembicaraan ke pembahasan lain. Kalian dapat membicarakan informasi yang sedang hangat di media sosial, pengalaman pribadi yang seru, atau mengenai pekerjaan kalian.

Oh iya, kamu juga bisa membahas topik tentang kehidupan. Cobalah lakukan pembicaraan mengenai JOMO (Joy of Missing Out). Tidak sedikit orang menyukai pamer karena mereka mengalami FOMO (Fear of Missing Out). Topik tentang JOMO bisa membantu temanmu mengurangi kebiasaan pamernya.

  1. Ingatkan dengan perkataan yang baik

 

Kamu juga bisa mengingatkan pada temanmu secara baik mengenai dampak buruk dari pamer, terlebih yang dilakukan secara berlebihan dan telah menjadi kebiasaan. Kamu bisa menuntunnya untuk meminimalkan perilaku pamernya itu.

Berikan pemahaman padanya bahwa hal-hal tertentu dapat menjadi indah dan baik ketika memiliki batas. Termasuk, batasan dalam menyebarkan informasi diri sendiri kepada publik. Seseorang yang menyebarkan informasi pribadi secara berlebih justru akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Jika temanmu ingin lepas dari kebiasaannya itu, bantu dia menghadapinya.

Jadi, orang yang senang pamer gak harus dihadapi dengan kesal dan sewot, ya. Bersikap tenang, sabar, dan apa adanya justru akan membuat orang yang senang pamer menjadi sadar akan perilakunya.

 

Gabrielle

Gabrielle

Artikel Terkait

Rekomendasi Artikel

https://www.sambilanku.id/mce/register