5 Upaya yang Dapat Dilakukan untuk Mengurangi Risiko Bencana Gempa Bumi

Copy to clipboard copy-link
5 Upaya yang Dapat Dilakukan untuk Mengurangi Risiko Bencana Gempa Bumi

Hai sobat Souja! Pada materi kurikukulum merdeka kelas 7 SMP, teman-teman akan belajar tentang kondisi geografis dan geologis Indonesia. 

Wilayah Indonesia terletak di pertemuan lempeng Bumi. Hal ini membuatnya rawan mengalami bencana gempa bumi. 

Bencana gempa bumi adalah bencana yang bisa datang kapan saja dan tidak bisa diprediksi, teman-teman. 

Bahkan, bencana gempa bumi bisa menjadi tanda terjadinya bencana yang lebih besar seperti gunung meletus maupun tsunami. 

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui langkah mitigasi gempa bumi agar tahu cara mengantisipasinya. 

Pada buku kurikulum merdeka kelas 7 SMP halaman 15, ada bacaan tentang dampak bencana gempa bumi di Yogyakarta. 

Kita diminta untuk menjawab pertanyaan tentang upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi. 

Apakah teman-teman sudah menemukan jawabannya?

Kali ini, Kita akan menjelaskan beberapa upyaa untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi. Simak, yuk!

1. Membangun Hunian Tahan Gempa

Salah satu negara yang bisa dijadikan contoh untuk membangun hunian tahan gempa adalah Jepang. 

Seperti kita tahu, Jepang merupakan salah satu negara yang sering dilanda bencana gempa bumi dan tsunami. 

Oleh karena itu, gedung tinggi di Jepang dirancang agar dapat bergoyang, bukan terguncang saat gempa melanda. Ini menjadikan bangunan lebih aman. 

Konstruksi pembangunan hunian tahan gempa ini perlu diterapkan juga di Indonesia untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi. 

Tidak hanya rumah hunian, perkuatan pembangunan tahan gempa ini juga harus dibagun di fasilitas umum maupun bangunan vital lainnya. 

2. Zonasi Daerah Rawan Bencana

Cara kedua yang bisa kita gunakan untuk mengurangi risiko bencana bumi adalah melakukan zonasi daerah rawan bencana. 

Pembuatan peta rawan bencana merupakan salah satu aspek dari mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. 

Biasanya, zonasi ini dilakukan oleh pemerintah dan akan diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia. 

Fungsi peta rawan bencana ini diantaranya adalah untuk menentukan perencanaan terhadap suatu wilayah yang berpotensi terkenda dampak bencana gempa bumi.

Dengan mengetahui zonasi daerah rawan bencana ini, kita juga makin siap terhadap bencana gempa bumi dan bersikap untuk mengurangi risikonya. 

3. Ketahui Cara Melakukan Evakuasi Mandiri

Tinggal di wilayah ring of fire seperti Indonesia ini memungkinkan akan ada banyak sekali gempa yang terjadi. 

Untuk itu, memiliki pengetahuan yang cukup mengenai evakuasi mandiri akan sangat membantu, lo. 

Evakuasi mandiri adalah tindakan evakuasi yang dapat kita lakukan sendiri tanpa menunggu arahan dari petugas. 

Saat teman-teman merasakan gempa, teman-teman harus berlindung dengan lari ke tempat tanpa bangunan atau lapangan. 

Pelatihan evakuasi mandiri ini juga harus termasuk penyediaan jalur dan tempat evakuasi yang telah disiapkan pemerintah kepada warga di daerah rawan.

4. Pahami Status Peringatan Dini

Saat terjadi sekali gempa bumi, umumnya akan ada gempa susulan atau bahkan adanya tsunami. 

Oleh karena itu, BMKG biasanya akan mengeluarkan peringatan dini lima menit setelah gempa terjadi ke wilayah yang rawan.

Penting untuk kita memahami status peringatan dini agar kita dapat mengetahui apa yang harus kita lakukan atau segera melakukan evakuasi. 

Evakuasi yang diperintahkan oleh pemerintah ini wajib kita patuhi sebelum ada bencana makin besar terjadi, seperti tsunami maupun gunung meletus. 

5. Mengembangkan Sistem Pemantau

Jepang lagi-lagi bisa jadi negara percontohan untuk mengembangkan sistem pemantau ini, teman-teman. 

Pemerintah Jepang melakukan investasi sangat besar untuk mengembangkan sistem pemantau. 

Melalui Badan Meteorologi Jepang (JMA), Jepang mempunyai sistem yang bisa mengirimkan peringatan tsunami dalam waktu tiga menit dari gempa. 

Selain itu, mereka juga mempunyai sistem pengeras suara untuk menyiarkan informasi darurat kepada warga. 

Untuk di daerah pedesaan, warga juga diberikan radio oleh pemerintah agar bisa menerima perintah untuk mengungsi. 

Kesiapan dalam menghadapi gempa juga telah menjadi bahan latihan untuk anak usia sekolah, lo.

Nah, itulah jawaban dari soal upaya yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi. Semoga informasi ini bisa bermanfaat, ya. 

Hilkya Palembangan

Hilkya Palembangan

Artikel Terkait

Rekomendasi Artikel