TIdak Semua Buruk, 5 Pelajaran yang Bisa Diambil dari Hubungan Toksik di Masa Lalu

Copy to clipboard copy-link
TIdak Semua Buruk, 5 Pelajaran yang Bisa Diambil dari Hubungan Toksik di Masa Lalu

Sobat Souja, menjalin hubungan yang buruk, memang menyakitkan dan tidak menyenangkan. Namun, kita bisa memetik pelajaran tentang cinta dari hubungan itu. Cinta yang sejati tentu tidak akan menyakitkan dan merusak apa yang sudah ada dalam dirimu. Lalu, apa saja pelajaran yang bisa kita ambil dari hubungan yang toksik?

  1. Mengetahui seperti apa sinyal hubungan toksik

Sinyal bahwa ada sesuatu yang buruk dalam hubungan, terkadang baru bisa kita pelajari setelah kita mengalami hubungan itu sendiri. Bentuknya pun beragam dan bisa terjadi secara halus. Misalnya, dia membicarakan hubungan dengan mantan atau ibunya yang buruk hingga melarang bepergian bersama teman lelaki lain. Hubungan toksik yang pernah dialami pun, bisa membantu kita pada hubungan berikutnya agar segera mengenali sinyal ini.

  1. Mengetahui apa yang sebaiknya tidak dilakukan dalam hubungan

Salah satu pelajaran yang bisa diambil adalah kamu mengetahui apa yang tak boleh dilakukan dalam hubunganmu berikutnya. Sering kali, seseorang terjebak dalam hubungan toksik karena tak bisa membedakan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pasangan kepadamu. Kamu mengganggap yang dilakukan pasangan adalah bentuk cintanya. Namun, nyatanya ia tidak membebaskanmu melakukan hal yang kamu sukai.

  1. Mengetahui sifat yang diinginkan dari pasangan

Setelah mengalami hubungan yang toksik, kamu jadi semakin mengenal dirimu. Kamu pun semakin tahu apa yang kamu inginkan dalam pasanganmu. Dalam menjalin hubungan selanjutnya, kamu sudah tahu apa saja yang kamu butuhkan dari pasangan.

  1. Memahami bahwa melepaskan sesuatu yang kita sayangi itu bukan berarti menyerah

Melepaskan sesuatu yang kita sayangi, walaupun toksik, memang hal yang berat. Yang harus ditanamkan adalah melepaskan bukan berarti akhir dari segalanya. Saat semua cara dalam hubungan itu tidak berhasil, bukan berarti menyerah. Kita tidak bisa mengendalikan orang lain, tetapi kita bisa mengendalikan diri kita untuk bergerak ke arah yang lebih baik.

  1. Berani memutuskan untuk sendiri saja terlebih dahulu dibanding memaksakan hubungan

Saat berada dalam hubungan toksik, kamu menyadari bahwa lebih baik sendirian dibanding bersama orang yang membuatmu sengsara. Ketika sendirian, kamu bisa lebih bebas melakukan banyak hal yang kamu mau. Kamu juga tidak perlu memikirkan bagaimana harus berjuang dalam hubungan yang buruk.

Walaupun mengalami hal yang buruk, hubungan yang toksik tetap bisa memberikan kita pelajaran penting untuk masa depan. Tidak selamanya hal buruk datang, akan ada hari-hari baik kelak.

Gabrielle

Gabrielle

Artikel Terkait

Rekomendasi Artikel