Tips Menghadapi Saudara yang mempunyai Sikap Narsistik

Copy to clipboard copy-link
Tips Menghadapi Saudara yang mempunyai Sikap Narsistik

Sobat Souja, pribadi setiap orang memang berbeda-beda, bahkan saudara kandung kita sendiri. Saat menyadari bahwa ia adalah orang yang narsis, tentu kamu harus punya strategi untuk menghadapinya. Kadang, kita sengaja menghapus diri kita sehingga ia terlihat menonjol.

Saudara kita bisa saja merisak atau mengancam saat sudah melanggar batas yang kita buat. Manipulatif melalui cara ia berkata pun, menjadikan dirinya terlihat lebih dari kita di mata orangtua. Sedikit pilihan yang kita punya untuk menghadapi saudara seperti ini. Pilihan mudahnya adalah menghindari konfrontasi.

  1. Pikirkan apa yang sedang ingin kamu capai

Saat berurusan dengan anggota keluarga yang narsis, langkah teramannya memang menghindari konfrontasi. Menghindari konflik atau konfrontasi itu bukan berarti kamu lemah. Kamu secara sadar memutuskan itu dan akan melindungi diri dari tindakan toksik. Kamu bisa fokus pada tujuan yang ingin kamu capai. Misalnya, saat orangtua sakit, kamu fokus hanya untuk kesembuhannya apa pun yang terjadi. Karenanya, hal di luar itu harus menjadi pilihan kedua.

  1. Ketahui bahwa hal ini hanya sementara

Saat terjebak dalam situasi itu, kamu merasa akan terjebak selamanya. Padahal, semua hal itu dinamis sehingga hal akan berubah seiring waktu. Saudaramu bisa saja kelak menyadari bahwa tindakannya salah. Kamu sekarang sudah melakukan yang terbaik untuk sementara.

  1. Kreatif dalam menjaga batas-batas diri yang sehat

Ketika kamu menjadi bagian dari keluarga yang toksik, terkadang pilihan terbaiknya adalah menjauhkan diri dari anggota keluarga yang narsis. Membatasi kontak adalah salah satu cara untuk mempertahankan batas itu. Kamu bisa menjaga batas itu dengan menunda membalas pesannya atau tidak mengangkat teleponnya. Kalau terpaksa harus menghadapinya, kamu harus menemukan cara untuk melindungi diri. Masalah dari pribadi yang narsis adalah sulit menghormati batas diri orang lain. Karena itulah, mencari tempat berlindung itu penting.

  1. Jangan mau menerima perilaku yang menyakiti

Kamu sering kali berkompromi agar lebih segalanya mudah. Namun, kalau saudara sudah mulai agresif dan kasar secara emosional, kamu harus menjelskan bahwa kamu tidak menerima perilaku itu.

Kamu tidak layak mendapat perlakuan seperti itu. Hanya dengan menjadi saudara, bukan berarti dia bisa bertindak seenaknya dengan dirimu. Kalau dia mulai bertindak kelewatan, sebaiknya memutus hubungan akan lebih baik.

  1. Menekan rasa mudah marah dengan sikap dewasa

Berhadapan dengan saudara yang narsis, kamu perlu perlindungan untuk diri sendiri. Jangan sampai terpesona dengan mereka karena bisa mengancam dan memanfaatkanmu kapan saja. Kamu harus menekan rasa mudah marahmu dengan sikap dewasa di depan saudaramu. Hal ini agar kamu tetap aman.

Mempunyai saudara yang narsis memang menjadi tantangan tersendiri. Kamu pun tak bisa menghindarinya karena dia saudaramu. Tetapi beranjak dewasa, berarti kamu belajar untuk mengendalikan dirimu sendiri untuk menghadapinya.

Gabrielle

Gabrielle

Artikel Terkait

Rekomendasi Artikel