Ironi, Dari 3.259 Kuliner Indonesia Baru Sedikit yang Dikenal

Copy to clipboard copy-link
Ironi, Dari 3.259 Kuliner Indonesia Baru Sedikit yang Dikenal

Hai, Sobat Souja! Selain dikenal lezat dan menggugah selera, berbagai keragaman budaya di Indonesia dari segi kulinernya identik dengan citarasa yang khas.

Namun sayangnya, dari 3.259 ragam kuliner otentik yang hingga kini terpantau, baru segelintir di antaranya yang dikenali oleh masyarakat luas.

Menurut pakar kuliner UGM, Indonesia memiliki 104 jenis nasi goreng, 252 ragam sate, lebih dari 100 varian soto, hingga 322 macam sambal. Namun fakta tersebut dipandang sebelah mata oleh masyarakat Indonesia begitupun pengetahuan tentang kuliner khas daerah.

Misalnya, kuliner Minang baru dikenal dengan hidangan khas rendang, kuliner Palembang dengan pempek, kuliner Yogyakarta dengan hidangan gudeg, dan lain-lain. Padahal, tercatat kuliner khas Minangkabau setidaknya ada 220 jenis, kuliner khas Palembang ada lebih dari 200 jenis, kuliner khas Yogyakarta ada lebih dari 192 jenis, dan seterusnya.

Pengenalan yang masih minim ini tentunya menjadi tantangan bagi upaya pelestarian kuliner.

Pakar kuliner Indonesia sekaligus juru masak William Wongso menjelaskan, masih banyak orang, khususnya generasi muda, yang belum menyadari keunikan kuliner Indonesia.

"Contoh sederhananya rendang, banyak yang belum sadar bahwa di Sumatera Barat ada 900 desa yang memiliki komposisi bahan dan bumbu yang berbeda untuk mengolah rendang," ucap Will dalam acara konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/10).

Menurutnya, pengetahuan seperti inilah yang perlu disebarluaskan agar masyarakat bisa mengenali, mengapresiasi, dan akhirnya melestarikan ragam cita rasa. Tak hanya itu, bahan otentik, kearifan lokal, hingga perpaduan budaya yang menyatu di dalam kekayaan kuliner Indonesia pun juga perlu dikenali oleh masyarakat luas.

"Indonesia punya keragaman kuliner yang sangat kompleks di dunia. Saya berharap ada pendidikan kuliner. Kalau enggak, kita ketinggalan dengan negara lain," tutur pakar kuliner Indonesia itu lebih lanjut.

Nisa Ivana

Nisa Ivana

Artikel Terkait

Rekomendasi Artikel