Gagal

Maaf Anda telah memasukkan alamat email yang tidak valid !

Mendiang David Bowie Berwasiat Agar Abu Kremasi ditebar di Pualu Dewata, Bali

Copy to clipboard copy-link
Mendiang David Bowie Berwasiat Agar Abu Kremasi ditebar di Pualu Dewata, Bali
Kepergian musisi legendaris David Bowie telah meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan penggemarnya di seluruh dunia. Jenazah pelantun Ziggy Stardust ini telah dikremasi dalam sebuah upacara tertutup di New York tanpa dihadiri keluarga, seperti yang diwasiatkan mendiang Bowie. Lantas, dimanakah abu kremasi  jenazahnya disimpan? Laman Mirror.co.uk memberitakan bahwa David Bowie beberapa kali berpesan agar kelak saat ia meninggal, ia menginginkan abu kremasinya ditebar di Pulau Dewata, Bali. 


Bali memang menjadi kota yang begitu spesial dengan mendiang David Bowie. Bahkan lantaran begitu mencintai budaya Bali, pemain film The Prestige ini sampai membangun rumah mewah dengan ornamen Bali dan Jawa di pulau pribadinya di Caribbean. Pelantun hits Starman tersebut meminta agar proses kremasinya berlangsung tenang tanpa ada keributan. Oleh karena itu, tak ada penghormatan terakhir yang digelar keluarga David Bowie untuk publik dan para penggemar.


David Bowie meninggal dunia pada 10 Januari 2016 lalu dalam usia 69 tahun. Ia menghembuskan napas terakhir setelah berjuang selama 18 bulan melawan kanker yang dideritanya. Kepergian David Bowie memberi duka mendalam hampir di seluruh dunia. David Bowie meninggalkan seorang istri bernama Iman dan anak lelaki semata wayang yang berprofesi sebagai seorang sutradara, Duncan Jones. Duncan merupakan buah cinta David Bowie bersama istri pertamanya, Angela. 


Bowie dikenal inovatif dan sering menentukan arah tren musik pop. Selain aktif berkarier sebagai musisi dan penyanyi, Bowie juga terjun di dunia film dan bahkan disebut sebagai ikon fashion. Pengaruhnya menembus lintas generasi. Maka tak heran, ucapan belasungkawa mengalir deras, termasuk dari Perdana Menteri David Cameron, pemimpin tertinggi Kristen di Inggris, uskup agung Canterbury hingga Kanye West. 
Elin Septianingsih

Elin Septianingsih

Artikel Terkait

Rekomendasi Artikel